Dengekeun Aink!!!

April 2nd, 2008 by robbyandry

Aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang dianggap layak bongkar
Dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar
Jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral
Sampai api terakhir pun neraka bertukar tempat dengan aspal
Batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah
Menipiskan batas antara khotbah dengan gundukan sampah
Jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah
Lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah
Lubang tai sejarah memang dunia adalah
Kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah
Jika idealismemu tawaran mengundang surga mampir
Berikan bendera dan seragammu kubakar sampai arang terakhir
Seratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita
Seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda
Untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir di perapian
Tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitam-putihkan

Apokalips_88

April 2nd, 2008 by robbyandry

Kehitaman
nokturnal menghantui dunia

Menyelimuti
hemisfera sepi gelita

Sedang
langit bergemintang berkerdip lemah

Baldu
angin malam coba menghembus harapan

 

Keseorangan,

Berteduh
dalam keheningan

Hiba
terasa

Berat
berkata

Pujangga
mula melukis rona dunia

Di
lembar-lembar kertas

Menjelmakan
bait-bait puisi

Tentang
keji merintang manusiawi

Apokalips
menanti kunjung seakan pasti

 

Gelisah
mengamuk di dada

Pujangga
bertanya pada bintang sayup

Bagaimana
harus menterjemahkan ‘perang’ … ?

 

Laskar-laskar
berkorban untuk siapa?

Pasrah
terkulai berkeringat darah

Kuyup
tersembam kebasahan tanah

Untuk
apa?

 

Siapa
yang peduli akan …

Cucuran
airmata

Suara
yang terkubur dalam bisikan

Kehancuran
sebuah keluarga

Mimpi
musnah kelegaman

Ajal
yang muncul tanpa segan

Waktu
yang tersisa

Rintihan
berlagu duka

Gemuruh
letupan ngeri

Belantara
kejam menghalang sinar ???

 

Siapa
yang buta? Siapa yang gila?

 

Lidah
kuasa sang-sang polikus

Presiden
dan menteri berpendirian zalim

Meracau
mabuk ingin menakluk

Dihasut
patriotisme buta terkutuk

Kononnya
ingin menjatuhkan keganasan orang gila

Kononnya
tidak mahu mengulangi kisah lama

 

 

Sementara

Kujuran
mayat masih bergelimpangan

Proses
kedamaian diusulkan kegagalan

Wanita-ibu
janda kehilangan

Anak-kecil
yatim ditelan penderitaan

Pelarian
di negeri bertumpangan

Sesama
kaum bertikaman

Kemanusiaan
terus ditampar angin keriuhan

 

Arrghhh!

 

Amarah
rancak bergelora

Suara
pujangga tiada lenguh walaupun buat seketika

Bait
puisi dilahirkan perkasa

Mengukir
benci menghiba yang terasa

 

Biarkan
sahaja mentari menatap sepi

Bulan
dibiarkan merajuk sendiri

Sinar
damai tetap dikejari

Apokalips
akan menyelinyap buat masa ini!

April 2nd, 2008 by robbyandry

_++88_____________________________

__+880_________________________++_

__+888________________________+88+_

__++880______________________++80+_

__++888_____+++88__________++880+_

__++8888__+++8880++88____+++88___

__+++8888+++8880++8888__++888____

___++888++8888+++888888++888_____

___++88++8888++8888888++888______

___++++++888888888888888888______

____++++++88888888888888888______

____++++++++000888888888888______

_____+++++++000088888888888______

______+++++++00088888888888______

_______+++++++088888888888_______

_______+++++++088888888888_______

________+++++++8888888888________

________+++++++0088888888________

________++++++0088888888_________

________+++++00088888888_________

Kulit-kulit yang ku kupas

April 2nd, 2008 by robbyandry

Ku kupas keluasan itu, namun
Tiada yang luas kecuali Dia Yang Luas.
Ku kupas penglihatan itu, namun
Tiada yang melihat kecuali Dia Yang Melihat.
Ku kupas pendengaran itu, namun
Tiada yang mendengar kecuali Dia Yang Mendengar.
Ku kupas pengetahuan itu, namun
Tiada yang tahu kecuali Dia Yang Tahu.
Ku kupas segala yang ada, namun
Tiada apa-apa yang ada kecuali Dia Itu Yang Ada.
Apa lagi yang mahu ku kupas?
Kecuali mengupas kulit jiwa yang tenang….